Sunday, October 26, 2008

New Trends: Climbing Communication Tower as a Bargaining Process


Yang Sedang Tren: Panjat Tower sebagai Bagian Negosiasi

Barusan ada sms masuk, berbunyi gini "klo sekiranya ada masalah2 yg agak serius, jgn cepat2 ambil keputusan untuk panjat tower. Demikian tips hari ini"
Hehe, entah apa yang terpikir di benak si ktz ni. Klo dia belum bikin-bikin blog, iso-iso hpku memorine gosong kekebaen sms junks from him, hehe.
Anyway, memang akhir-akhir ini banyak berita tentang orang-orang putus asa yang panjat tower. Tidak hanya orang muda, tapi juga kakek-kakek dan anak-anak. Tidak semuanya berniat bunuh diri, atau setidaknya niatnya kurang kuat. Lhawong tidak banyak berita tentang orang yang bunuh diri dari tower. Mayoritas berita yang tersiar ya orang putus asa tersebut akhirnya mau dibujuk turun, tentu saja dengan iming-iming didatangkan orang tua, pacar, ato barang yang diidamkan sampai nekad naik tower.
Tower milik PLN ato operator telepon tersebut akhirnya mempunyai fungsi tambahan, yakni sebagai alat negosiasi, bargaining, bagi orang-orang putus asa yang keinginannya mentok. Orang tua miskin yang anaknya minta motor, akhirnya mengalah sebab si anak telanjur panjat tower. Ada juga pemanjat yang masih anak-anak. Si anak kecil ini minta burung (cucakrowo maybe) pada orangtuanya dan tidak dikasih. Ia panjat tower, dan dibujuk-bujuk tak mau turun juga. Ia mau turun ketika dilihatkan burung dalam sangkar milik tetangga. Tapi apakah itu burung beneran? Jangan-jangan cuma sangkar doang? Hehe. Yang penting si pemanjat udah turun dan gak bikin heboh sekampung. Urusan negosiasi diteruskan di darat saja, xixi.
Berkait panjat-memanjat tower ini, ada satu kekhawatiran Masmu' jikalo kebiasaan ini menular ke seantero negeri. Kabar panjat-memanjat ini kan disiarkan di tipi, dan orang-orang getol menonton yang beginian. Khawatirnya, sesuai isi sms rekan combe (suka ndobos) tadi, si empunya masalah memperoleh ide untuk mengikuti jejak para pemanjat. Orang kan sukanya ikut-ikutan, apalagi di tipi, ya toch? Lha wong jalan kehidupan orang sekarang aja sudah kayak sinetron. Buktinya, termehek-mehek transtv sabtu dan minggu lalu isinya persis kayak sinetron. Tentang orang yang beristri dan berkeluarga baru, ditolak oleh keluarga, dan ada juga anak yang menghabiskan harta untuk judi dan tega menjebloskan sang ibunya ke panti jompo.
Yeah, untunglah ada kebijakan Pemda untuk ngurangi tower yang tak berijin dan menyuruh operator-operator ponsel agar pake tower bareng-bareng, sehingga tren ini tidak menjadi booming tak terkendali. Sebab jikalo banyak yang manjat, dan jikalo sepasang kekasih yang sedang bertengkar sama-sama manjat tower, orangtuanya juga ikutan manjat, dst, lalu siapa nanti yang akan membujuk turun?
Jawabnya tentu adalah sms tips ktz.

No comments: